RUNNING NEWS :
Loading...
CARI DI GOOGLE

Mengenal Pavel Durov, Si Pencipta Aplikasi Telegram

Pavel Durov


Dirolu - Aplikasi Telegram belakangan ramai dibicarakan netizen Indonesia. Apalagi setelah diblokir oleh pemerintah Indonesia karena kerap digunakan oleh jaringan teroris menyebar propaganda. Namun dibalik semua masalah yang terjadi, tak banyak yang tahu tentang pendiri aplikasi ini.

Pavel Durov, dialah pendiri Telegram. Pria ganteng asal Rusia ini lahir 10 Oktober 1984 di St Petersburg. Dia menciptakan Telegram bersama saudaranya, sejak duduk di bangku kuliah. Sewaktu kuliah, ia mengambil jurusan Filologi (ilmu yang mempelajari sumber sejarah tertulis) di Academy Gymnasium St Petersburg. Namun ditengah masa kuliahnya ia mempelajari ilmu pemrograman.

Minat inilah yang akhirnya membuat Durov terkenal di kampusnya. Ia berhasil merilis perpustakaan online bersama saudaranya. Karena keberhasilan ini ia pun berniat merilis media sosial. Namun sayangnya, niat ini gagal lantaran minimnya sumberdaya dan dana.

Meski demikian, teman Durov yang tinggal di Amerika, Vyacheslav Mirilashvili mendengar sepak terjangnya selama di kampus. Setelah membaca di surat kabar tentang prestasi Durov, Mirilashvili akhirnya mengajaknya bekerjasama, tepat di ulang tahun Durov pada 10 Oktober 2006. Kerjasama itu akhirnya melahirkan aplikasi VKontakte, jaringan sosial mahasiswa.

Tak lama dibentuk, VKontakte menjadi terkenal di kalangan mahasiswa. Hingga akhirnya, VKontakte dibuka untuk umum. Karena ramai pengguna, pada Februari 2007 VKontakte digunakan lebih dari 100 ribu orang dengan keuntungan US$ 3 Miliar.

Sayang, pada 21 April 2014 pemerintah Rusia menekan Durov untuk memberikan data lawa politiknya. Karena masalah ini pula, VKontakte harus berakhir. Dari permasalahan inilah, Durov akhirnya menyadari betapa pentingnya privasi pengguna aplikasi di smartphone. Karenanya, ia pun akhirnya mengundurkan diri dan pergi dari Rusia.

Pasca berakhirnya VKontakte, Durov bersama saudaranya, Nikolai Durov akhirnya membuat aplikasi yang mengutamakan privasi penggunananya. Aplikasi inilah yang akhirnya dinamai Telegram. Lagi-lagi Durov kesandung masalah serupa. Aplikasi ini kembali diblokir karena dilaporkan telah digunakan jaringan ISIS. Durov pun akhirnya memblokir 78 kanal yang diduga berafiliasi dengan ISIS. Upaya itu pun ternyata masih menuai masalah. Durov kembali diblokir oleh pemerintah Indonesia untuk masalah yang sama. (and)

Sumber : Liputan6.com

Google Peringati Perjuangan Victor Hugo Lewat Doodle



Dirolu - Bila memulai berselancar di mesin pencari Google hari ini, anda akan menemui doodle bertema lelaki tua berambut putih. Apakah anda tahu siapa dia ?

Dialah Victor Hugo, aktivis HAM sekaligus sastrawan terkenal dengan novelnya 'Les Miserables' yang diterbitkan pada tahun 1862. Bertepatan dengan hari ini 30 Juni 2017, sebenarnya bukan untuk memperingati hari lahirnya, melainkan peringatan edisi terakhir novel Les Miserables yang ditulisnya.

Victor Hugo (Vox)


Setelah menyelesaikan novel tersebut (tahun 1862), Hugo hidup dalam pengasingan selama hampir 10 tahun karena pandangan politiknya. Selama itu pula, ia membuat tiga karya puisi dan banyak buku yang berbicara tentang diskriminasi sosial ekonomi. Beberapa buku tersebut diantaranya, Les Travailleurs de la Mer (Toilers of the Sea) dan  L’Homme Qui Rit (The Man Who Laughs).

Usai menyelesaikan buku-bukunya, Hugo mendirikan Association Literaire et Artistique Internationale to Supports Artists  Rights, sebuah perkumpulan untuk melindungi dan mendukung para seniman.

Nama Hugo akhirnya muncul di mata uang Perancis sebagai penghormatan kepadanya. Selain itu namanya juga diabadikan untuk nama jalan, taman,  jalur pendakian dan patung-patung di kota besar Perancis.



Gambaran tentang Victor Hugo ditampilkan Google doodle hari ini dengan 5 koleksi gambar. Anda pun bisa melihat gambar-gambar ilustrasi yang mengkisahkan Victor Hugo di halaman awal mesin pencari Google hari ini.   (and/Google doodles)

Duo Steve Pendiri Apple, Memulai Karirnya Sebagai Hacker



Dirolu - Bila anda tahu Steve Jobs dan Steve Wozniak adalah duo pendiri perusahaan raksasa teknologi Aple, apakah anda juga tahu bagaimana mereka memulai karirnya ? Pasangan yang akrab disapa duo Steve ini memulai karir fantastisnya jadi seorang hacker.

Sejarah dimulai pada tahun 1970, saat Wozniak menciptakan perangkat Blue Box (kotak biru) sebagai alat meretas jaringan telepon. Alat tersebut bisa digunakan untuk melakukan panggilan telepon gratis secara legal dengan menghilangan fungsi telephone switching panggilan jarak jauh.

Dengan keberhasilan itu, Steve Wozniak menjual perangkat blue box kepada teman-teman kuliah mereka.  Bahkan, Wozniak sendiri sempat mencoba menggunakannya untuk menelepon Sri Paus dengan berpura-pura sebagai Henry Kissinger. Kini, perangkat bersejarah itu tersimpan rapi di Computer History Museum in Mountain View, California.

Steve Wozniak sendiri sebelum memulai membangun Aple dikenal sebagai 'Phone Phreaks' (peretas jaringan telepon/dilakukan secara ilegal) dengan nama hacker 'Berkeley Blue' Karena itu pula, Wozniak akhirnya drop out dari kuliahnya dan menekuni belajar tentang komputer. Dari sinilah, Steve Jobs dan Steve Wozniak mulai terkenal dan membangun perusahaan komputer yang diberi nama Aple.

Dengan bermodal menjual mobil VW milik dan kalkulator scientific milik Jobs, mereka mulai mengembangkan proyek pertamanya, membuat papan PC yang dilengkap perangkat. Ide ini sendiri awalnya dicetuskan oleh Jobs. Keduanya lantas menjual papan PC tersebut, yang dinamai Apple 1 kepada dealer setempat seharga US$ 666,66 per biji.

Tak disangka, penjualan pertama mereka laku 100 buah. Selanjutnya mereka melakukan pengembangan yang diawali di garasi rumah milik Jobs. Dalam proyek tersebut, Wozniak mendesain bagian hardware dan software. Sejak itulah, sejarah raksasa elektronik Apple dimulai.

(and)

Sumber : Techworm/berbagai sumber





Kisah Amanda, "Googlers" Asal Indonesia

Amanda Surya (foto:kompas)


Dirolu - Bekerja di perusahaan yang mengubah dunia sepertI Google, menjadi kebanggaan banyak orang. Setidaknya kebanggaan ini yang dirasakan Amanda Surya, perempuan kelahiran Jakarta yang sudah 11 tahun menjadi pegawai Google atau yang disebut ‘Googlers’. 

Saat ini Amanda menjabat sebagai Head of Engineering Program Management untuk Nest, yakni divisi internet of Things dibawah perusahaan induk Alphabet. “ Kami menciptakan perabot rumah tangga yang sebelumnya sudah ada, namun dibuat lebih cerdas dengan pengembangan teknologi,” kata Amanda seperti dikutip dari Tekno Kompas di Kantor Pusat Google “ Googleplex” Mountain View, Amerika Serikat. 

 Amanda bukanlah satu-satuya orang Indonesia yang bekerja di kantor pusat Google. Ada sekitar 50 orang Indonesia yang bekerja disana. Sementara, Google sendiri dikenal sangat ketat dalam menyeleksi pekerja. Seperti gambaran kasar, Google sendiri pernah hanya menerima 5 ribu orang dari 2 juta pelamar. Ini sama artinya, kesempatan pelamar hanya 1 banding 400. Kondisi ini memang membuat ciut. Namun menurut Amanda, jangan sampai membakar mimpi. 

Memang tak mudah, katanya, namun bukan berarti tidak mungkin. “ Yang penting harus percaya diri, jangan sampai berpikir karena asal Indonesia jadi kalah sama yang lain, “ katanya menuturkan. Menurutnya, kebangsaan dan isu gender bukan menjadi persoalan bagi Google, melainkan ketidakseimbangan penawaran dan permintaan alias Supply and demand. “Masih jarang perempuan yang mengenyam pendidikan di computer science, makanya yang kerja di industri teknologi juga jarang. Mereka harus lebih di-encourage lagi," ujarnya. 

Diminta Bergabung 


Dalam ceritanya, Amanda mengatakan awal dirinya diterima sebagai Googlers bukan karena melamar, melainkan Google sendiri yang memintanya bergabung. Menurutnya, Google merasa profilnya cocok dengan posisi yang dicari. Pengalama Amanda sendiri di dunia teknologi memang cukup menjual. Ia sebelumnya sempat bekerja di perusahaan telekomunikasi AT&T dan Bank of America dengan total pengalaman kerja selama 5 tahun. Namun demikian, bukan berarti masuk Google begitu saja, Amanda tetap harus melewati tahap wawancara dan tantangan dari Google. (and) 


Sumber : Kompas

Bos Alibaba Bakal Investasi ke Grab

Jack Ma
Jack Ma (foto:vulcan)


Dirolu - Kabar bergabungnya, bos sekaligus pendiri Alibaba, Jack Ma, dengan softbank untuk pembiayaan seri baru layanan ride-sharing Grab memperuncing persaingan Alibaba dengan raksasa internet Cina, Tencent. Kasak kusuk itu sendiri sebenarnya sudah terdengar sejak Maret lalu. Tapi, belum ada konfirmasi resmi dari Grab maupun Softbank. 

Belum diketahui secara pasti, apakah investasi itu mewakili layanan e-commerce Alibaba Group atau layanan finansial digital Ant Financial. Namun yang jelas, kabar dana yang akan dikucurkan ke Grab ditaksir mencapai 1,5 milar dolar AS atau Rp 20 triliun. Seperti diketahui, Alibaba dan Tencent berlomba-lomba menarik perhatian masyarakat China maupun internasional untuk menggunakan layanan dompet digital. 

Dengan berinvestasi ke Grab, Ma akan memperluas penetrasi layanan dompet digital Alipay ke pengguna Grab di Asia Tenggara. Sementara Tencent, sebelumnya telah berinvestasi ke Go-Jek yang diketahui saingan berat Grab di Indonesia. 

Tencent sendiri mengincar kolaborasi Go-Jek dalam dompet digital melalui fitur Go-Pay. Menurut isu yang berkembang, investasi Tencent ke Go-Jek ditaksir mencapai Rp 16 Triliun. Sementara selain Jack Ma, Didi Chuxing juga dikabarkan menaruh investasi ke Grab untuk pendanaan seri baru. (and)

 Sumber : Kompas

Sejarah Google, Dari Didirikan Hingga Kini


Bila anda pengguna smartphone, apalagi Android, tentu tak lepas dengan layanan Google. Hampir semua layanan dalam smartphone, seperti email, mesin pencari, pemutar musik, penerjemah hingga peyimpanan cloud dilayani oleh Google.
 Namun apakah anda sendiri tahu, siapa bos dari semua penyedia layanan tersebut (Google) ? Dialah Lawrence Edward Page alias Larry Page, seorang programmer handal yang mendirikan Google bersama rekannya Sergey Brin. Komputer sendiri sebenarnya bukan barang baru bagi Larry Page. Dari kutipan Celeb Family menyebutkan, sejak kecil Larry Page dibesarkan di lingkungan tak jauh dari komputer, sains dan teknologi.
Ayahnya, Carl Victor Page memiliki gelar doktor di bidang ilmu komputer. Sedangkan ibunya, Gloria adalah instruktur pemrograman komputer di Michigan State University dan Lyman Briggs College. Sebenarnya, komputer bukan barang baru bagi Page.
1 2
Smartphone
SEO
Blog
Sosok

 

Dirolu

Atas