Senin, 03 Juli 2017

Benarkah Ada Motif Politik Dibalik Serangan Petya ?



Dirolu - Ramai perbincangan penyebaran Ransomware Petya di dunia, berbuntut pertanyaan motif politik dibalik penyebarannya. Meski belum bisa dipastikan pelaku penyebaran Ransomware mirip WannaCry ini, namun sejumlah sumber menduga ada motif politik dibaliknya.

Melihat targetnya yang menyerang sistem dalam pemerintahan, Cooperative Cyber Defence Centre of Excellence (CCD COE) NATO menduga penyebaran Petya didukung oleh aktor pemerintah.Setidaknya, disetujui oleh pemerintah.

Menurut CCD COE, melihat Ukraina sebagai negara pertama yang menjadi korban, serangan ini seperti sengaja ditujukan ke institusi negara tersebut. Sehingga, aksi penyebarannya terlihat bukan seperti serangan biasa.

"Sistem pemerintah telah menjadi target. Dengan kata lain, operasi ini merupakan bentuk pelanggaran untuk menyerang kedaulatan negara," tulis Tomas Minarik, peneliti dari CCD COE, seperti dikutip dari The Verge, Senin (3/7/2017) lalu.

Menurut pusat peneliti keamanan siber yang disponsori NATO itu, dari nilai tebusan yang tak mungkin menutup biaya operasi, membuat operasi penyebaran Petya yang sesungguhnya tak rumit, menjadi seperti rumit dan mahal. Dengan kata lain, penyebaran Petya terlihat tak mungkin dilakukan oleh penjahat siber biasa.

Seperti diketahui sebelumnya, penyebaran Petya pertama kali menyerang sistem bandara di Ukraina, Bank Nasional dan kantor pemerintahan negara tersebut. Ukraina sendiri sempat menyalahkan hacker asal Rusia dibalik serangan ini. Apalagi diektahui, efek Petya lebih buruk dibandingkan dengan WannaCry. (and)

SOURCE