Rabu, 21 Juni 2017

Cetbang, Teknologi Persenjataan Era Majapahit

Cetbang Majapahit


Dirolu - Selama ini kita hanya tahu, bahwa nenek moyang kita berperang dengan menggunakan bambu runcing untuk melawan penjajah Belanda. Tapi apakah anda juga tahu, bahwa di era sebelumnya nenek moyang kita sudah memiliki teknologi persenjataan yang mutakhir. Tepatnya di abad 14 era Kerajaan Majapahit, di masa jayanya Mahapatih GajahMada. Pada masa itu, Majapahit sudah menggunakan persenjataan canggih yang dinamakan Cetbang.

Senjata ini sendiri merupakan rancangan GajahMada. Sebagai mahapatih yang hebat, GajahMada gemar sekali mempelajari teknologi persenjataan. Gayung bersambut, ketika raja kedua Putri Tribuana Tunggadewi mendukung pembuatan senjata ini.

Sama seperti senapan atau bazzooka, Cetbang juga senjata yang bisa meledak bila disulut dengan api. Karena kehebatannya, senjata ini ditakuti oleh bangsa-bangsa eropa. Ukuran Cetbang bervariasi, mulai 1 hingga 3 meter, tergantung siapa yang mengusungnya. GajahMada sendiri memasang Cetbang untuk armada lautnya.



Sayangnya, sejak Majapahit runtuh tidak ada generasi penerus yang mengembangkannya. Senjata ini dibiarkan begitu saja hingga lenyap ditelan jaman. Apalagi saat terjadi perang saudara di Majapahit, teknologi ini semakin ditinggalkan dan kalah dengan persenjataan eropa yang lebih modern. Sisa-sisa Cetbang kini hanya bisa ditemui di Metropolitan Museum of Art, Amerika (and)

Sumber : Boombastis (berbagai sumber)